![]() |
| Jalan Karo Belawan diduga lokasi perekapan Togel Merk Bento. |
METROINDO.ID | BELAWAN – Di balik deru mesin pelabuhan dan peluh para kuli panggul, sebuah fenomena gelap kian nyata menggerogoti sendi-sendi ekonomi masyarakat pesisir Medan bagian Utara khususnya di daerah Kecamatan Medan Belawan.
Pasalnya, Praktik perjudian Toto Gelap (Togel) kian masif dan semakin menggurita di wilayah hukum Polres Pelabuhan Belawan, menciptakan lingkaran kemiskinan sistematis yang seolah tak berujung.
Dari hasil Investigasi lapangan yang berhasil dihimpun, Sabtu (28/2/2026), mengungkap bahwa aktivitas ini diduga berpusat pada sebuah titik koordinasi di Jl. Karo, Kelurahan Belawan I, Kecamatan Medan Belawan, judi Togel bermerek "Bento".
"Semua rekapan togel dikumpul di Jalan Karo itu," terang Sumber yang layak dipercaya.
Di balik pintu-pintu tertutup tersebut, angka-angka keberuntungan palsu dikelola, sementara dampaknya nyata menghantam jalanan.
"Bukan cuma di Belawan aja bang, togel Bento udah beserak di Medan Deli, Marelan, Medan Labuhan dan juga Hamparan Perak bang," bilangnya lagi.
Mulai dari penarik becak, supir angkot, hingga buruh pelabuhan dan nelayan, kini terjebak dalam delusi kemakmuran instan.
Tiga Kali Sehari
Perjudian ini bukan lagi sekadar hiburan gelap, melainkan sudah menyerupai "candu medis".
Dengan tiga putaran utama dalam sehari—Sidney (SDY), Singapore (SGP), dan Hongkong (HK).
Masyarakat seolah dipaksa mengonsumsi harapan palsu layaknya minum obat tiga kali sehari. Bukannya menyembuhkan ekonomi, dosis judi ini justru memperparah keterpurukan finansial warga pesisir.
Ustadz Nabawi, tokoh masyarakat setempat, menyatakan keprihatinan mendalam saat dikonfirmasi melalui sambungan teleponnya.
"Ini adalah penghisapan ekonomi yang nyata. Uang yang seharusnya untuk nafkah anak dan istri justru mengalir deras untuk memperkaya segelintir individu yang merasa di atas hukum," ujarnya dengan nada bicara yang getir.
Di Bulan Suci Ramadhan ini lanjutnya, seharusnya menghargai umat muslim yang sedang menjalankan Ibadah Puasa Ramadhan.
"Hargai la umat muslim yang sedang menjalankan ibadah puasa Ramadhan," harapnya.
Nama figur berinisial RZ mencuat sebagai sosok yang diduga kuat mengendalikan gurita bisnis ini.
Kelincahannya dalam mengelola operasional di tengah pemukiman padat penduduk memicu tanda tanya besar di benak publik: Bagaimana mungkin praktik yang sudah berlangsung selama puluhan tahun ini seolah tak tersentuh oleh hukum?
Kondisi ini dipandang sebagai ujian integritas bagi komitmen penegakan hukum di wilayah tersebut.
Padahal, instruksi Kapolri sudah sangat jelas: berantas segala bentuk perjudian, baik daring maupun konvensional, tanpa pandang bulu.
Harahap Warga
Realita di Belawan, khususnya wilayah Hukum Polres Pelabuhan Belawan, menunjukkan adanya jurang yang lebar antara instruksi pusat dan eksekusi di lapangan. Masyarakat kini menaruh harapan besar pada aparat penegak hukum (APH) untuk melakukan langkah konkret:
- Menutup sarang penyetoran judi di Jl. Karo dan titik-titik krusial lainnya.
- Menangkap bandar dan koordinator lapangan yang selama ini dianggap "kebal hukum".
- Membersihkan oknum-oknum yang diduga menjadi tameng pelindung di balik layar bisnis haram ini.
Masyarakat Belawan mendambakan perubahan. Mereka butuh perlindungan, bukan pembiaran. Jika praktik ini terus dibiarkan mekar, masa depan ekonomi masyarakat pesisir akan semakin terpuruk dalam jurang kemiskinan permanen.
Terpisah, Kapolres Pelabuhan Belawan AKBP Rosef Efendi ketika dikonfirmasi terkait marak nya perjudian di Wilayah Hukum Polres Pelabuhan Belawan belum memberikan jawaban. (MI/Hendra)
