|





Kerap Disorot Media, Kapolsek Kampung Rakyat Diduga Kebal Kritik: Peredaran Narkoba Di Perkebunan Tolan Tetap Aman dan Eksis

Editor: Admin
Polsek Kampung Rakyat

METROINDO.ID | LABUSEL - Kerap menjadi sorotan awak Media, terkait pemberitaan dugaan peredaran narkoba di wilayah Hukum Polsek Kampung Rakyat, Jajaran Polres Labuhanbatu Selatan. 

Kapolsek Kampung Rakyat, AKP Muhammad Ilham Lubis, memilih bungkam dan mencederai rasa keadilan publik adalah sikap diam dan seolah tidak terusik meski pemberitaan dugaan peredaran narkoba viral dan menjadi konsumsi publik luas.

Tidak terlihat adanya tekanan psikologis, langkah evaluatif, maupun tindakan korektif dari pimpinan Polsek Kampung Rakyat. 

Kondisi ini memunculkan pertanyaan serius di tengah masyarakat: apakah Kapolsek benar-benar tidak takut terhadap sorotan publik, atau justru merasa aman karena ada “jaminan tertentu”?

Hingga kini, tidak pernah terdengar klarifikasi terbuka apakah Kapolsek Kampung Rakyat pernah dipanggil, ditegur, atau dievaluasi oleh Polres Labuhanbatu Selatan maupun Polda Sumatera Utara terkait viral pemberitaan yang sama-sama menyoroti lokasi dan aktor yang sama. Keheningan ini justru memperkuat kecurigaan publik.

Sorotan paling tajam juga tertuju pada mobil patroli SAMAPTA milik Polri yang sebelumnya terlihat berada di lokasi yang disebut warga sebagai sarang narkoba. Tidak ada satu pun penjelasan resmi kepada publik:

- Sedang melakukan apa ?

- Dalam rangka operasi apa ?

- Atau berdasarkan laporan siapa ?

Dari pantauan langsung awak media di lapangan, tidak ditemukan tanda-tanda operasi khusus, tidak ada penindakan, tidak ada pemasangan garis polisi, dan tidak ada aktivitas penegakan hukum yang lazim dilakukan dalam penggerebekan narkoba. 

Fakta ini memunculkan dugaan keras di tengah masyarakat bahwa kehadiran mobil patroli tersebut bukan untuk penindakan, melainkan sekadar formalitas, bahkan disinyalir (diduga) hanya “mengambil jatah keamanan”.

Kini muncul informasi tentang adanya nama baru berinisial S dan AB, setelah sebelumnya warga sudah mengenal adanya orang yang diduga sebagai bandar berinisial H.

"Jika benar aparat mengetahui lokasi dan aktor, namun membiarkan aktivitas haram itu terus berjalan tanpa gangguan berarti, maka indikasi “bermain mata” antara oknum aparat dan bandar narkoba tidak bisa dihindari dari penilaian publik," tegas Pengamat Hukum Tri Dharma Setyawan SH MH. Kamis (26/2/2026). 

Yang lebih miris, semua ini terjadi di bulan suci Ramadhan, saat masyarakat berharap aparat justru hadir menjaga moral, keamanan, dan masa depan generasi muda. Alih-alih tindakan tegas, yang terlihat justru pembiaran yang sistematis.

"Situasi ini bukan lagi sekadar persoalan kelalaian, tetapi telah menjurus pada krisis kepercayaan," terangnya. 

Publik kini tidak hanya menunggu penangkapan bandar narkoba, tetapi juga keberanian institusi di atasnya untuk membuktikan bahwa hukum tidak tunduk pada jabatan dan kekuasaan.

"Jika tidak ada langkah tegas dari  Kapolres Labuhanbatu Selatan dan Propam Polda Sumatera Utara, maka wajar jika masyarakat menilai bahwa, yang kebal bukan bandar narkoba—melainkan aparat yang seharusnya memberantasnya," tegas Ketua LBH Wilayah Sumbagut itu. (MI/Fauzan)

Share:
Komentar

Berita Terkini

 
/> -->