![]() |
| Tokoh Agama dan Tokoh Masyarakat Belawan saat RDP di Kantor DPRD Sumut |
METROINDO.ID | MEDAN - Warga Kecamatan Medan Belawan, Kota Medan, semakin resah dengan keadaan keamanan yang kian meresahkan dan mengkhawatirkan.
Pasalnya, hingga saat ini kawasan Medan bagian utara ini semakin marak terjadi aksi sejumlah kejahatan mulai dari tawuran, begal, bahkan hingga pengerusakan rumah dan penjarahan.
Melihat tingginya angka kriminalitas di kawasan pelabuhan ini, sejumlah warga didampingi tokoh agama dan tokoh masyarakat mendatangi Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sumatera Utara, Kamis (5/3/2026), lalu.
Rapat Dengar Pendapat (RDP) masyarakat Belawan ini diterima langsung oleh Wakil Ketua DPRD Sumut Ihwan Ritonga serta beberapa anggota DPRD di ruang Banggar.
Tak hanya itu, pada RDP tadi terpantau turut dihadiri oleh jajaran Polres Pelabuhan Belawan yang dihadiri langsung oleh Kapolres AKBP Rosef Efendi, Kapolsek Belawan AKP Ponijo, Kasat Reskrim AKP Agus Purnomo dan Kasat Narkoba AKP Ar Riza.
Serta perwakilan dari Kodim 0201/Medan, dan BNNP Sumatera Utara.
Pada RDP tadi, terlihat berjalan cukup alot dimana masyarakat yang sudah muak dengan keadaan Belawan menyampaikan semua keluh kesahnya di hadapan anggota DPRD dan penegak hukum.
Seperti yang diungkapkan oleh ustadz Ingah Maulana, salah satu perwakilan tokoh agama masyarakat Belawan ini bahkan sempat menyinggung aparat penegak hukum yang dinilai lamban dalam pemberantasan bandar narkoba.
"Kami ustadz aja tau siapa aja bandarnya, apalagi polisi. Jaringan kami memang enggak bawah tanah, tapi dari jemaah," ujar Ingah.
Bahkan, di depan orang nomor satu di Polres Pelabuhan Belawan tersebut Ingah mengungkapkan siapa saja nama-nama para terduga bandar narkoba di wilayah Belawan.
![]() |
| Tokoh Agama dan Tokoh Masyarakat Belawan foto bersama Wakil Ketua DPRD Sumut Ihwan Ritonga dan Instansi yang hadir saat RDP di Kantor DPRD Sumut |
Warga Sebut 5 Nama Diduga Bandar Narkoba di Belawan
Dirinya mengaku, dari informasi yang ia dapat sebagai orang asli Belawan yang selama ini berhubungan langsung ke masyarakat, ada lima nama yang kini diduga menjadi jajaran nama ngetop di lingkungan bandar narkoba di Belawan.
Kelimanya ialah SG, AY, IG, IY dan AM.
SG salah satu bandar yang dianggap cukup licin karena belum juga tertangkap.
Selanjutnya, ada AY seorang wanita yang biasanya mengedarkan narkotika di kawasan Jalan Belanak.
Kemudian, IG yang memiliki wilayah edar di kawasan Jalan Kolam. Serta dua orang lainnya, masing-masing berinisial AM dan IY.
"Yang licin itu, kata bapak BNN dia terlacak di Malaysia. Beberapa hari lalu saya ceramah di salah satu masjid enggak jauh dari rumahnya, lewat dia pakai mobil. Berarti salah informasinya dia di Malaysia," ungkapnya disambut tawa warga.
Mendengar penuturan dari Ingah yang sehari-hari beraktivitas di kawasan Belawan, seluruh aparat yang hadir tadi dapat lagi berkata banyak.
Bahkan, perwakilan BNNP Sumut yang tadinya membara mengatakan SG terdeteksi di Malaysia, langsung terbantahkan.
Dari kelima nama terduga bandar narkotika besar di Belawan, SG merupakan salah satu orang yang cukup licin dan licik dalam menjalankan bisnis haramnya.
Dikatakannya, SG sudah pernah membangun masjid dan juga rutin memberikan sedekah kepada masyarakat sekitar rumahnya.
"Makanya kalau misalnya cari informasi dari orang sekitar agak susah, apalagi orang yang pernah dibantunya rutin pasti terutang budi," katanya.
Pria yang juga menjadi bagian dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) di Kecamatan Medan Belawan ini mengaku, aksi kejahatan terutama tawuran di Belawan ada kaitannya dengan para bandar narkotika.
Dimana, dari informasi yang didapat warga dari beberapa aksi tawuran adanya dibiayai oleh bandar narkotika.
Mendengar hal ini, Wakil Ketua DPRD Sumut Ihwan Ritonga sempat menyinggung perwakilan dari TNI AL.
Jika melihat pola tawuran yang berkaitan dengan bandar narkotika, dikhawatirkan tawuran hanya menjadi pemecah suasana adanya transaksi besar yang dilakukan di jalur laut.
"Ya saya minta kepada perwakilan bapak TNI AL, tolong lebih maksimal lagi. Takutnya di darat dibuat ribut, rupanya di laut main yakan," ucap Ihwan.
Melihat kondisi kekecewaan masyarakat terhadap aparat penegak hukum yang dinilai lamban, Ingah kembali mengungkapkan jika ia sempat mendapatkan ancaman dari anak buah salah satu bandar.
Bukannya takut, dirinya mengaku sebagai tokoh agama ia bahkan merasa tertantang.
"Kalau memang mau bisa kami tunjukkan rumahnya, sekarang masalahnya mau enggak nangkapnya. Kalau mau saja kami jalan jihad bisa saja, kalau kami tangkap terus kami bunuh kenapa rupanya. Kami masih menghormati adanya aparat penegak hukum," pungkasnya. (MI/Red/Net/*)

