|







Dukung Asta Cita Presiden Prabowo, Waketum GP Al Washliyah Apresiasi Ketegasan Brigjen Kristian Siagian Musnahkan 122,86 Hektare Ladang Ganja di Aceh

Editor: Admin
Wakil Ketua Umum Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda (PP GP) Al Washliyah, Muhammad Asril Siregar, S.H., M.H.

METROINDO.ID | MEDAN – Komitmen Polri dalam memberantas peredaran narkotika hingga ke sumber produksinya mendapat apresiasi dari kalangan organisasi kepemudaan. 

Kali ini, Wakil Ketua Umum Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda (PP GP) Al Washliyah, Muhammad Asril Siregar, S.H., M.H., memberikan penghargaan atas ketegasan dan kepemimpinan Direktur Tindak Pidana Narkoba (Dirtipidnarkoba) Bareskrim Polri, Brigjen Pol. Kristian Parluhutan Siagian, S.I.K., S.H., M.H.

Apresiasi tersebut disampaikan menyusul keberhasilan tim gabungan Bareskrim Polri bersama jajaran Polda Aceh dalam melakukan operasi pemusnahan ladang ganja seluas 122,86 hektare di sejumlah wilayah pegunungan Aceh.

Menurut Muhammad Asril Siregar, langkah tegas tersebut merupakan bentuk nyata keseriusan Polri dalam mendukung Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, khususnya dalam upaya pemberantasan narkotika demi menyelamatkan generasi bangsa.

"Kerja keras dan etos kerja luar biasa yang ditunjukkan Brigjen Pol. Kristian Parluhutan Siagian bersama seluruh tim gabungan di lapangan merupakan wujud nyata implementasi Asta Cita Presiden Prabowo Subianto. Pemberantasan narkoba harus dilakukan secara menyeluruh, bukan hanya menangkap pengedar, tetapi juga menghancurkan sumber produksinya," ujar Asril dalam keterangan tertulisnya, Selasa (3/11/2026).

Ia menilai, kepemimpinan Brigjen Kristian Siagian yang turun langsung dalam operasi di medan pegunungan dengan kondisi geografis ekstrem menunjukkan keseriusan aparat penegak hukum dalam memutus mata rantai peredaran narkotika dari hulu.

Menurutnya, pemusnahan ladang ganja dalam skala besar tersebut menjadi langkah strategis untuk mempersempit ruang gerak jaringan narkotika sekaligus mencegah potensi peredaran ganja ke berbagai daerah.

"Ini bukan pekerjaan ringan. Dibutuhkan keberanian, ketegasan, koordinasi, dan dedikasi tinggi. Kami melihat langkah yang dilakukan Brigjen Kristian Siagian sebagai bentuk tanggung jawab besar dalam melindungi masyarakat, khususnya generasi muda, dari ancaman bahaya narkoba," tegasnya.

Dukung Alih Fungsi Lahan Ganja Menjadi Pertanian Produktif 

Lebih lanjut, praktisi hukum tersebut juga mengapresiasi langkah pendekatan yang tidak hanya berorientasi pada penegakan hukum, tetapi turut memperhatikan aspek sosial dan ekonomi masyarakat di sekitar kawasan ladang ganja.

Menurut Asril, upaya pemulihan dan alih fungsi lahan bekas tanaman ganja menjadi kawasan pertanian produktif yang legal merupakan solusi penting agar masyarakat memiliki alternatif mata pencaharian yang lebih baik dan berkelanjutan.

"Kami mengapresiasi visi penanganan yang mengedepankan pendekatan humanis. Pemberantasan narkoba harus dibarengi dengan solusi ekonomi bagi masyarakat. Jangan sampai setelah ladang ganja dimusnahkan, masyarakat kembali terjerumus karena tidak memiliki alternatif pekerjaan," ungkapnya.

Ia menegaskan, PP GP Al Washliyah siap mendukung upaya pemerintah dan jajaran Dittipidnarkoba Bareskrim Polri dalam mendorong pemulihan sosial serta pemberdayaan masyarakat melalui sektor pertanian produktif.

Asril berharap, keberhasilan operasi pemusnahan 122,86 hektare ladang ganja di Aceh menjadi momentum memperkuat sinergi antara Polri, pemerintah, organisasi kepemudaan, dan masyarakat dalam memerangi narkotika.

"Ini adalah tanggung jawab bersama. Kami ingin generasi muda Indonesia tumbuh tanpa ancaman narkoba. Karena itu, kami mendukung langkah tegas Polri sekaligus mendorong hadirnya solusi nyata bagi masyarakat demi masa depan bangsa yang lebih baik," pungkas Muhammad Asril Siregar. (MI/Hendra)

Share:
Komentar

Berita Terkini

 
/> -->