![]() |
| Pembangunan Toilet Beserta Sanitasinya di seluruh Sekolah Dasar Negeri (SDN) di Kabupaten Labuhanbatu menjadi sorotan. |
METROINDO.ID | LABUHANBATU - Pembangunan Toilet Beserta Sanitasinya di seluruh Sekolah Dasar Negeri (SDN) di Kabupaten Labuhanbatu menjadi sorotan.
Pasalnya, banyak ditemukan kejanggalan hingga akhir Desember 2025 pembangunan tak kunjung selesai.
Dewan Pimpinan Daerah Aliansi Mahasiswa Nusantara Sumatera Utara (DPD AMAN SUMUT) melalui kordinator Kabupaten Labuhanbatu meminta Aparat Penegak Hukum (APH) untuk dapat bertindak tegas.
"Kami sangat berharap penegak hukum seperti Kepolisian, Kejaksaan ataupun komisi pemberantasan korupsi untuk bisa bertindak tegas dan melakukan pemeriksaan terhadap Dinas Pendidikan Kabupaten Labuhanbatu," ucap Muhammad M Nst selaku Koordinator Labuhanbatu DPD AMAN SUMUT. Jumat (16/1/2026).
Muhammad M Nst menambahkan bahwa mereka menduga kuat ada persekongkolan antara pihak dinas dan rekanan/pemborong sehingga pembangunan yang seharusnya belum bisa dicairkan namun dipaksakan untuk cair 100 persen.
Kordinator Penelitian dan Pengembangan (Litbang) DPD AMAN SUMUT telah melihat langsung Pembagunan yang tidak selesai hingga akhir Desember.
"Saya dan kawan-kawan telah melihat langsung, memang banyak yang tidak siap dan dipaksakan," ucapnya.
Lokasi-lokasi pembangunan Toilet SDN yang terpantau DPD AMAN yang tidak selesai hingga akhir Desember 2025, lalu yaitu di Kecamatan Pangkatan, Kecamatan Rantau Selatan, dan Kecamatan Bilah Hulu.
Adapun rekanan pelaksana yang terlihat dipapan proyek ialah CV ERA GLOBAL MANDIRI, CV. SULONG JAYA, CV MIGUEL, dan CV SITONDAP INDAH.
Terpisah, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Labuhanbatu saat dikonfirmasi terkait surat yang telah diberikan DPD AMAN mengatakan belum mengetahuinya.
"Belum tau, Lagi acara di luar kota, Senin ku cek ya," Tulisnya melalui pesan WhatsApp.
Terkait hal tersebut, DPD AMAN Sumut, pada Hari Minggu (17/1/2026), mendatang akan melakukan konsolidasi Akbar untuk melakukan unjuk rasa.
"Kami hari Minggu (17/1/2026), ini akan melakukan konsolidasi untuk membahas aksi unjuk rasa di kantor Bupati Labuhanbatu," tandas Mustawa. (MI/Red)
