![]() |
| Rumah Pensiunan polisi jadi korban tawuran dan Penjarahan di Belawan. |
METROINDO.ID | BELAWAN - Aksi tawuran di Belawan anarkis dan brutal, dikabarkan keluarga pensiunan polisi menjadi korban tawuran dan pejarahan di kawasan Belawan Sicanang, Kecamatan Medan Belawan, Kota Medan, Sabtu (4/4/2026) malam, lalu.
Keterangan yang dihimpun Metroindo, Minggu (5/4/2026), tawuran dan penjarahan yang dialami keluarga pensiunan polisi purnawirawan Horas Hutahuruk terjadi di kawasan Titi I Kelurahan Belawan Sicanang.
Tawuran antar kelompok yang awalnya pecah di kawasan Titi Satu sekitar pukul 23.30 WIB, meluas hingga ke permukiman warga pada pukul 03.00 WIB.
Seorang warga, Horas Hutahuruk yang juga mantan polisi, merekam kondisi rumahnya usai dirusak dan dijarah massa.
Kaca jendela rumahnya pecah, pintu rumah dirusak, dan kios miliknya diobrak-abrik. Sejumlah barang berharga dan dagangannya dilaporkan hilang.
"Habis semua rumah saya diobrak-abrik, dagangan dan barang berharga lainnya juga banyak hilang," katanya.
Hal serupa juga menimpa tetangganya yang kehilangan 2 sepeda motor.
"Sepeda motor milik tetangga saya juga hilang," cetusnya.
Tak hanya itu, korban bersama keluarganya juga mengalami ancaman kekerasan. Istri korban, Klara Rosmawati (44), dan anak mereka sempat diancam menggunakan senjata tajam oleh pelaku.
Bahkan, para pelaku juga mengancam akan membakar rumah dengan membawa bahan bakar jenis pertalite.
"Istri dan anak saya juga diancam menggunakan sajam dan mereka membawa minyak mengancam akan membakar rumah kami," terangnya.
Walaupun korban sempat melakukan perlawanan namun tidak berdaya untuk menghadapinya, korban mencoba mencari bantuan warga, namun warga tidak ada satupun yang berani membantu lantaran para pelaku membawa sajam.
Warga resah dan ketakutan hingga membuat laporan ke Polsek Belawan dan Polres Pelabuhan Belawan.
Namun sayangnya, kata Horas Hutahuruk, pengaduannya kurang mendapst respon dan diabaikan hingga membuat dirinya dan warga di sekitar lokasi tawuran merasa kecewa atas sikap polisi.
Terlihat dalam video viral tersebut, Horas juga mengutarakan kekesalannya usai laporannya tidak digubrik Polres Pelabuhan Belawan.
Hingga kini belum ada klarifikasi dari pihak Polres Pelabuhan Belawan terkait lambannya merespon laporan warga.
Terpisah, Kapolres Pelabuhan Belawan, AKBP Rosef Efendi ketika dikonfirmasi terkait tawuran dan penjarahan yang terjadi di Belawan Sicanang, belum ada memberi jawaban sampai berita ini diturunkan. (MI/Hendra)
