![]() |
Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas membuka Festival Budaya Islam Beduk Gema Takbir Idul Adha di Belawan. |
METROINDO.ID | BELAWAN - Ukhuwah Badan Kesejahteraan Masjid Medan Utara (UBKMU) menggelar Festival Budaya Islam Beduk Gema Takbir Idul Adha 1447 H/2026, di Jalan Stasiun Lapangan PJKA Belawan.
Kegiatan tersebut dibuka Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, yang ditandai dengan pemukulan beduk takbiran, dan jajaran Forkopimda yang hadir. Selasa (26/5/2026).
Dalam sambutan Dewan Penasehat UBKMU, Datok H Irfan Hamidi, didampingi Ketua Panitia Johan Arifin, mengatakan kegiatan tersebut bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan gerakan sosial untuk merangkul generasi muda melalui ruang kreativitas positif.
Menurutnya, festival budaya Islam itu menjadi upaya membangun citra positif Medan Utara, khususnya Belawan, yang selama ini kerap dikaitkan dengan kriminalitas, tawuran, dan konflik sosial.
“Kami ingin membangun citra positif Medan Utara. Melalui Festival Budaya Islam, kami menghadirkan ruang bagi masyarakat dan generasi muda untuk berkarya serta menunjukkan sisi religius kawasan kami,” ujar Tokoh Masyarakat Medan Utara itu.
Festival Beduk Gema Takbir diikuti sembilan grup peserta yang berasal dari Medan Utara, Kota Medan, Kabupaten Deli Serdang, hingga Sicanang, Kabupaten Langkat.
Ketua Panitia Johan Arifin menambahkan, seluruh peserta diwajibkan mengenakan busana tradisional Melayu sebagai simbol penguatan identitas budaya lokal.
Setelah pembukaan, rangkaian kegiatan akan berlanjut pada 14 hingga 16 Juni 2026 dengan agenda pawai budaya Muslim, lomba kasidah, hingga pawai obor menyambut Tahun Baru Islam 1 Muharram.
Panitia juga berencana menghadirkan da'i nasional Das’ad Latif untuk memberikan tausiyah kepada masyarakat.
"Bagi warga Medan Utara, festival tersebut bukan sekadar hiburan, tetapi juga menjadi harapan agar generasi muda memiliki alternatif kegiatan positif dan terhindar dari lingkungan rawan konflik sosial," ujarnya.
![]() |
| Dewan Penasehat UBKMU, Datok H Irfan Hamidi saatemberikan cinderamata kepada Walikota Medan |
Kegiatan itu mendapat apresiasi dari Wali Kota Medan Rico Waas.
Dalam sambutannya, Rico Waas memberikan apresiasi yang tinggi kepada Ukhuwah BKM Medan Utara selaku penyelenggara acara.
Rico Waas menegaskan bahwa kegiatan keagamaan dan kebudayaan seperti ini memegang peran krusial dalam mengubah citra kawasan Medan Utara.
"Acara-acara seperti ini tentunya penting dibuat di Belawan untuk menghapus stigma-stigma negatif yang ada. Kita ingin mengubahnya menjadi stigma yang positif dengan menggerakkan hal-hal baik," Kata Rico Waas.
Rico Waas juga mengajak seluruh tokoh agama, tokoh masyarakat, dan aparat keamanan untuk bersatu padu menjaga masa depan generasi muda Belawan dari ancaman bahaya narkoba dan tindakan kriminalitas.
"Daerah ini tentu memiliki potensi yang sangat luar biasa. Maka dari itu, mari kita bangun Belawan lebih baik lagi di masa mendatang. kita jaga dan jauhkan hal-hal negatif yang dapat merusak otak maupun kesehatan anak-anak kita,"ajak Rico Waas.
![]() |
| Foto bersama unsur Forkopimda |
Komandan Lantamal I Belawan, Laksma TNI Deni Septiana, turut mengapresiasi pelaksanaan festival tersebut.
Menurutnya, kegiatan itu memiliki tiga manfaat utama, yakni menjadi syiar Islam, menjaga tradisi budaya Islam agar tetap dikenal generasi muda, serta memperkuat ukhuwah Islamiyah di Kota Medan.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut terlihat sejumlah tokoh penting, diantaranya Komandan Kodaeral I Belawan Laksamana Muda TNI Deny Septiana, Danpomal Kodaeral I Kolonel Laut (PM) Triono Adi Susilo, Danden Intel Kodaeral I Kolonel Laut (P) Dwi Prasetyo, Wakil Ketua DPRD Kota Medan Hadi Suhendra, Kapolres Pelabuhan Belawan AKBP Rosef Efendi, Dewan Penasehat Ukhuwah BKM Medan Utara Datok H. Irfan Hamidi, Sekda Kota Medan Wiriya Alrahman, para tokoh agama, para Camat dan Insan Pers serta organisasi kepemudaan.
Pembacaan doa dilakukan Ketua MUI Medan Labuhan Ustaz H Ahmad Fahruni. Sementara dewan juri festival terdiri dari Ustaz H Fahroni dan Drs H Fadhlan Zainuddin. (MI/Hendra)


