![]() |
| Korban saat di tanyain oleh warga |
METROINDO.ID | HAMPARAN PERAK - Sempat viral dan geger menghebohkan jagat raya di media sosial facebook (medsos FB), seorang wanita menjadi korban begal di Kebun Tebu, wilayah Desa Klumpang Kebun, Pasar 4 Hamparan Perak, ternyata korban dugaan asusila (pemerkosaan).
Awalnya, sebuah video yang beredar luas (viral) di media sosial Facebook tentang aksi pembegalan di wilayah Desa Klumpang Kebun, Pasar 4, Hamparan Perak, Kabupaten Deli Serdang.
Ternyata, insiden tersebut bukanlah aksi begal melainkan dugaan percobaan asusila dan perampasan handphone (Hp).
Hal ini diungkapkan oleh Syahrul, warga Dusun V Gang Amal, Desa Klumpang Kampung, yang sempat bertemu dengan seorang wanita hampir menjadi korban dugaan percobaan asusila.
"Bukan begal, dia (korban) pesan Grab dari Kapten Muslim Medan. Mau ke Marelan, di blusukan ke tebu-tebuan, mau diperkosa, handphonenya diambil. Syukur bisa kabur," ujar Syahrul, mantan Kepala Dusun V Gang Amal Klumpang, saat dikonfirmasi awak media, Selasa (30/6/2026).
Syahrul menjelaskan bahwa kejadian tersebut terjadi di Jalan Lintas Klumpang Kebun Pasar 4, Kecamatan Hamparan Perak, Kabupaten Deli Serdang, tepatnya areal perkebunan tebu, pada Senin (29/6/2026) sekitar pukul 19.30 WIB.
"Saat ini belum ada laporan dari korban, kita belum tahu dia (korban) itu apakah korban pembegalan atau percobaan asusila," ujar Ipda Revalino Peranginangin.
Penumpang Diduga Jadi Korban Asusila Abang Ojol
Seorang wanita muda nyaris menjadi korban asusila (pemerkosaan) saat menaiki ojek online (Ojol) yang sempat buat geger warga di wilayah Desa Klumpang Kebun, Pasar 4, Hamparan Perak, Kabupaten Deli Serdang.
Korban yang diketahui berinisial B (20) menceritakan bahwa dirinya memesan jasa Grab Online secara offline untuk menuju ke rumah temannya di daerah Marelan.
"Aku pesan grab secara offline dari Kapten Muslim mau ke Marelan bang," kata korban saat ditanyai warga sekitar.
Namun, setibanya di areal perkebunan tebu yang sepi dan gelap, korban justru diturunkan paksa oleh pengemudi Grab tersebut.
Terduga pelaku kemudian berupaya memaksa korban untuk melakukan hubungan layaknya suami istri.
"Kami lewat kebun tebu sepi dan gelap, tiba-tiba berhenti aku disuruh turun kemudian aku disuruh melayani nafsunya," cetus korban.
Beruntung, korban masih memiliki kesempatan untuk melarikan diri dan berlari menyelamatkan diri ke pemukiman warga terdekat.
Namun, dalam kepanikan tersebut, satu buah handphone miliknya berhasil diambil oleh pelaku.
"Aku panik dan ketakutan bang, pas begitu aku mau lari hape ku langsung dirampas sama pelaku, dan untung aja aku bisa kabur melarikan diri," bilangnya dengan wajah panik.
Terpisah, Kanit Reskrim Polsek Hamparan Perak, Ipda Revalino Peranginangin, mengaku belum menerima laporan resmi terkait insiden tersebut.
"Saat ini belum ada laporan dari korban, kita belum tahu dia (korban) itu apakah korban pembegalan atau percobaan asusila," ujar Ipda Revalino Peranginangin. (MI/Hendra)
