![]() |
| Paparan Pengungkapan Kasus Narkoba OPS Antik Toba 2026, Polres Labuhanbatu |
METROINDO.ID | LABUHANBATU - Kepolisian Resor (Polres) Labuhanbatu menunjukkan taji dalam memberantas peredaran gelap narkotika di wilayah hukumnya.
Melalui operasi kewilayahan bersandi Ops Antik Toba 2026 yang digelar selama 21 hari (13 Mei s/d 2 Juni 2026), Polres Labuhanbatu melalui jajaran Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) berhasil mengungkap puluhan jaringan narkoba dan mengamankan barang bukti dalam jumlah besar.
Keberhasilan luar biasa ini dipaparkan langsung dalam konferensi pers yang dipimpin oleh Wakapolres Labuhanbatu Kompol PS Simbolon mewakili Kapolres Labuhanbatu, didampingi Kasatresnarkoba AKP Hardiyanto, S.H., M.H., di Mako Polres Labuhanbatu, Kota Rantauprapat.
Dalam keterangannya, Wakapolres Labuhanbatu menegaskan bahwa hasil operasi tahun ini merupakan bukti nyata kinerja militan dan tidak main-main dari jajaran Satresnarkoba dalam menyikat habis pelaku kejahatan narkotika.
“Mewakili Kapolres, kami menyampaikan apresiasi tinggi kepada seluruh personel, khususnya Satresnarkoba Polres Labuhanbatu, yang telah bekerja keras di lapangan," ujarnya.
Wakapolres menegaskan kembali bahwa Polres Labuhanbatu tidak main-main dalam memberantas kejahatan narkoba.
"Hasil operasi ini menunjukkan peningkatan penindakan yang sangat tajam dan signifikan demi menyelamatkan generasi bangsa,” tegas Wakapolres Labuhanbatu di hadapan awak media.
Sementara itu, Kasatresnarkoba Polres Labuhanbatu AKP Hardiyanto, S.H., M.H., menambahkan rincian teknis mengenai pemetaan wilayah penangkapan serta barang bukti yang berhasil disita.
Menurutnya, keberhasilan ini tidak lepas dari strategi penguatan intelijen di titik-titik rawan, termasuk wilayah pesisir.
“Dari total 81 Laporan Polisi (LP) dengan 91 tersangka yang diamankan, Satresnarkoba menjadi motor penggerak utama dengan mengungkap 44 LP dan 55 tersangka. Kami juga mengoordinasikan Polsek Daerah Pantai seperti Panai Hilir, Panai Tengah, Bilah Hilir, dan Kualuh Leidong, yang secara total menyumbang penindakan sebanyak 14 LP dan 17 tersangka,” kata AKP Hardiyanto.
Lebih lanjut, AKP Hardiyanto membeberkan statistik mencolok mengenai lonjakan drastis barang bukti dibandingkan dengan Ops Antik Toba tahun 2025.
“Tahun ini terjadi peningkatan sitaan sabu yang luar biasa, dari 274,6 gram di tahun 2025 melonjak menjadi 1.354,48 gram (1,3 Kilogram) di tahun 2026, atau meroket 393,26%. Selain itu, jika tahun lalu temuan ganja nihil, tahun ini kami berhasil menyita 4.504 gram ganja, 35 butir pil Ekstasi, serta 5 butir pil Happy Five (H-5),” urai Kasat Narkoba secara rinci.
AKP Hardiyanto juga menambahkan bahwa selain narkotika, petugas turut menyita aset operasional para pelaku, di antaranya uang tunai sebesar Rp 11.429.000,-, 30 unit sepeda motor, 46 unit handphone, 5 unit timbangan elektrik, dan 1 unit mobil.
Dari total penyitaan barang bukti tersebut, pihak kepolisian mengklaim telah berhasil menyelamatkan sedikitnya 13.545 jiwa dari ketergantungan narkoba jenis sabu dan 4.504 jiwa dari penyalahgunaan ganja.
Menutup konferensi pers, Wakapolres bersama Kasat Narkoba memperingatkan dengan tegas kepada seluruh jaringan pengedar agar segera menghentikan aktivitasnya.
“Operasi boleh berakhir, namun pengejaran terhadap bandar dan pengedar narkoba di wilayah Labuhanbatu tidak akan pernah berhenti. Kami akan terus memburu mereka,” tandasnya dengan tegas. (MI/Hen)
