METROINDO.ID | BELAWAN – Situasi di Kelurahan Belawan II, Kecamatan Medan Belawan, kian memanas menyusul konflik pemanfaatan lahan yang melibatkan dua perusahaan besar, yakni PT Belawan Indah (BI) dan PT Sarana Baja Perkasa (SBP). Konflik yang sejatinya bersifat internal antar pengelola perusahaan yang masih memiliki hubungan kekerabatan ini, kini dikhawatirkan meluas dan menyeret warga sekitar ke dalam pusaran pertikaian.
Munculnya indikasi keterlibatan warga hingga terjadinya gesekan antar pemuda di area lahan tersebut menuai sorotan tajam dari tokoh pemerhati sosial Medan Utara, R. Khairil Chaniago, ST.
Khairil Chaniago dengan tegas meminta kedua perusahaan untuk bersikap bijak dan tidak menjadikan elemen masyarakat sebagai alat atau korban dalam kepentingan internal mereka.
"Pertikaian internal antara kedua perusahaan kiranya diselesaikan secara perdata di ranah pengadilan. Sangat tidak dibenarkan jika memperluas konflik dengan membenturkan elemen masyarakat, apalagi di tengah situasi politik nasional yang penuh dinamika saat ini," ujar Khairil.
Ia menekankan bahwa tindakan mengadu domba warga untuk kepentingan internal perusahaan adalah langkah yang telah keluar dari koridor hukum dan norma masyarakat setempat.
Mengacu pada Undang-Undang No. 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas, Khairil mengingatkan bahwa kehadiran perusahaan seharusnya memberikan dampak positif bagi kesejahteraan komunitas lokal. Perusahaan memiliki komitmen untuk berperan serta dalam pembangunan ekonomi berkelanjutan, guna meningkatkan kualitas kehidupan dan lingkungan yang bermanfaat bagi perusahaan maupun masyarakat.
"Peran perusahaan untuk ikut menciptakan stabilitas lingkungan dan membangun nilai-nilai positif di sekitar area usaha adalah mutlak diperlukan," tegasnya.
Saat ini, kondisi keamanan di wilayah Belawan tengah berangsur kondusif berkat kerja keras berbagai pihak, termasuk Kodaeral I Belawan, Polres Pelabuhan Belawan, Forkopimda, tokoh agama, serta segenap elemen masyarakat.
Khairil mengajak PT Belawan Indah dan PT Sarana Baja Perkasa untuk segera mengevaluasi situasi dan turut mendukung stabilitas yang telah terbangun.
"Kami berharap suasana kondusif ini terus tumbuh subur. Keamanan wilayah adalah modal utama dalam membangun iklim investasi yang baik bagi kita semua," tutup Khairil Chaniago. (MI/Heri.P)
