![]() |
METROINDO.id | BANTEN - Konvensi Nasional Media Massa dalam rangka Hari Pers Nasional (HPN) 2026 menjadi momentum penting bagi insan pers nasional untuk melakukan konsolidasi menghadapi tantangan era kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI).
Mengusung tema “Literasi AI dan Transparansi Digital: Membangun Ekosistem Informasi untuk Kepentingan Publik”, forum ini menegaskan komitmen pers dalam menjaga kualitas informasi dan kepercayaan publik.
Konvensi ini dihadiri oleh sejumlah tokoh nasional dan pemangku kepentingan di bidang pers, antara lain Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid, Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Nezar Fatria, Ketua Dewan Pers Komaruddin, Ketua PWI Ahmad Munir, Ketua JMSI Teguh Santosa, serta Rianto, SH, MH Ketua JMSI Sumut.
Turut hadir Sekretaris Wilayah PWI Hamongan Panggabean, seluruh konstituen Dewan Pers, PWI, dan wartawan dari berbagai daerah di Indonesia.
Dalam forum tersebut, para narasumber menekankan bahwa perkembangan AI membawa peluang besar sekaligus tantangan serius bagi dunia jurnalistik.
Literasi AI dinilai menjadi kebutuhan mendesak agar insan pers mampu memanfaatkan teknologi secara bertanggung jawab, tanpa mengabaikan prinsip verifikasi, akurasi, dan independensi pemberitaan.
Selain itu, transparansi digital dan penguatan etika jurnalistik juga menjadi sorotan utama. Di tengah derasnya arus disinformasi dan misinformasi, media massa dituntut untuk tetap menjadi rujukan utama publik dalam memperoleh informasi yang kredibel dan berimbang.
Demikian disampaikan Menteri Komdigi Meutya Hafid, Minggu (8/2/2026).
Konvensi Nasional Media Massa HPN 2026 diharapkan mampu menghasilkan rekomendasi strategis bagi penguatan ekosistem pers nasional, sekaligus memperkuat peran media sebagai pilar demokrasi di era transformasi digital, pungkasnya. (MI/Hendra)
