|





Sejak Ada Program MBG Pedagang dan Emak—emak Menjerit, Harga Bahan Pokok Selangit

Editor: Admin
Ilustrasi

METROINDO.ID | MEDAN – Sejumlah pedagang di Pasar 5 Marelan dan Pasar Andansari, Kelurahan Terjun mengeluhkan kenaikan harga berbagai kebutuhan pokok yang terus terjadi dalam beberapa pekan terakhir. 

Kenaikan ini diduga imbas meningkatnya permintaan bahan pangan untuk memenuhi kebutuhan dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diinisiasi pemerintah.

Para pedagang menyebut serapan bahan pangan dalam jumlah besar membuat stok di pasaran menurun sehingga memicu lonjakan harga. 

Kondisi ini dirasakan hampir di seluruh komoditas yang menjadi bahan utama penyediaan menu MBG.

Salah satu pedagang di Pasar 5 Marelan, Kelurahan Rengas Pulau Kecamatan Medan Marelan, Kota Medan Sumatera Utara, Rosidah (45), mengungkapkan cabai menjadi komoditas yang mengalami kenaikan paling signifikan.

“Terutama cabai merah dan cabai rawit. Biasanya sekilo Rp 35 ribu, sekarang jadi Rp 45 ribu. Itu sejak ada MBG,” ujarnya, Selasa (17/2/2026).

Selain cabai, sejumlah kebutuhan pokok lain juga ikut merangkak naik, seperti bawang merah, bawang putih, buncis, selada, kacang panjang, minyak goreng, dan telur ayam.

“Minyak goreng sekarang susah dicari. Kalau ada, harganya tinggi. Buncis dan selada juga naik. Hampir semua bahan yang sering dipakai untuk MBG harganya naik dua kali lipat,” ucap Ibu 4 anak itu.

"Yang lebih parah harga ayam potong selangit, kemaren masih harga 35 ribu sekarang udah mencapai 40 ribu per kilo," cetusnya.

Kenaikan harga tersebut berdampak pada menurunnya daya beli masyarakat sehingga aktivitas jual beli di pasar menjadi lesu.

“Mau jual murah, saya rugi. Jual dengan harga tinggi, pembeli tidak jadi beli. Belinya juga sedikit,” keluh Warga yang menetap di Kelurahan Terjun Marelan itu.

Meski begitu, ia berharap pemerintah segera menyiapkan langkah stabilisasi agar pasokan kebutuhan pokok tetap terjaga.

“Yang butuh makan bukan hanya anak sekolah. Masyarakat lain juga sama. Kalau orang kaya mungkin tidak terasa, tapi kasihan konsumen menengah ke bawah,” ujarnya.

Menjelang Bulan Suci Ramadhan yang biasanya memicu peningkatan permintaan, Rosidah berharap pengendalian harga dapat segera dilakukan.

“Semoga ada pengendalian harga. Ini belum lagi Ramadhan sudah naik seperti ini, apalagi nanti menjelang Hari Raya Idul Fitri,” tandasnya. (MI/Hendra)

Share:
Komentar

Berita Terkini

 
/> -->