![]() |
| Jalan tambal sulam |
METROINDO.ID | MEDAN - Kondisi Jalan Ayahanda di Kecamatan Medan Petisah kembali menjadi perhatian publik.
Ketua Forum Silaturahmi Mahasiswa (FSM) Sumatera Utara, Numri Panjaitan, menilai upaya perbaikan yang dilakukan selama ini masih memerlukan evaluasi serius agar hasilnya benar-benar memberikan kenyamanan dan keselamatan bagi masyarakat, bukan sekadar perbaikan yang bersifat sementara.
Menurutnya, pola perbaikan yang dominan berupa tambal sulam justru menimbulkan persoalan baru di lapangan.
Permukaan jalan yang tidak merata membuat pengendara harus meningkatkan kewaspadaan ekstra saat melintas, terutama pada jam sibuk.
Kondisi ini dinilai tidak hanya mengganggu kenyamanan, tetapi juga berpotensi membahayakan keselamatan pengguna jalan setiap harinya.
“Ketika tambalan dilakukan tanpa perataan yang optimal, dampaknya bukan hanya pada kenyamanan, tetapi juga pada aspek keselamatan. Pengendara harus lebih fokus dan ini berisiko, terutama bagi pengguna sepeda motor,” tegas Numri.
FSM Sumut juga menyoroti adanya aktivitas perbaikan di sejumlah ruas jalan yang justru berada di jalur turunan atau akses menuju kawasan permukiman di sekitar Ayahanda, bukan pada titik utama yang mengalami kerusakan signifikan.
Hal ini menimbulkan tanda tanya di tengah masyarakat terkait skala prioritas dan arah kebijakan yang diterapkan.
Numri menekankan bahwa transparansi dan kejelasan prioritas menjadi kunci penting dalam setiap pekerjaan infrastruktur. Tanpa keterbukaan, publik berpotensi kehilangan kepercayaan terhadap proses pembangunan yang sedang berjalan.
Lebih lanjut, FSM Sumut mendorong Pemerintah Kota Medan di bawah kepemimpinan Wali Kota Rico Waas untuk memastikan proses penanganan infrastruktur berjalan secara terukur, tepat sasaran, dan berkelanjutan.
Pengawasan terhadap pelaksanaan teknis di lapangan juga dinilai harus diperketat agar kualitas pekerjaan tidak terkesan asal jadi.
Dalam konteks tersebut, sorotan terhadap kinerja Pelaksana Tugas (Plt) Dinas PUPR Kota Medan, Chandra Dalimunthe, menjadi bagian dari kontrol publik demi menjaga konsistensi mutu pembangunan.
FSM Sumut menilai koordinasi yang kuat antara pimpinan daerah dan perangkat teknis sangat menentukan keberhasilan perbaikan infrastruktur.
“Harapannya, perbaikan jalan tidak hanya bersifat sementara, tetapi mampu memberikan solusi jangka panjang. Dengan perencanaan yang matang dan pelaksanaan yang tepat, kualitas infrastruktur kota akan semakin baik,” tutupnya.
FSM Sumut menegaskan bahwa pembenahan yang dilakukan secara berkelanjutan akan menjadi bukti nyata komitmen pemerintah daerah dalam menghadirkan pelayanan publik yang kredibel, sekaligus menjawab kebutuhan masyarakat secara konkret, bukan sekadar tambalan yang terus berulang tanpa solusi.
Sementara, Dinas PUPR Kota Medan terkait berita ini belum berhasil dikonfirmasi. (MI/Fauzan)
