![]() |
| Gudang BBM di Pasar 10 Desa Manunggal Samping Masjid Al Muhajirin |
METROINDO.ID | LABUHANDELI - Aktivitas pencurian dan penimbunan Bahan Bakar Minyak (BBM) solar subsidi kembali terungkap.
Kali ini, sebuah lokasi yang disebut Gudang BBM diduga dikelolah Charles dan Bojrot di Jalan Beringin Raya, Pasar X, Dusun VII, Desa Manunggal, Kecamatan Labuhandeli, Kabupaten Deli Serdang, tepatnya di samping Masjid Al Muhajirin diduga menjadi tempat penampungan utama BBM bersubsidi yang dikumpulkan secara ilegal.
Fakta ini terungkap setelah tim Metroindo, Senin (15/6/2026), memantau pergerakan mobil pelangsir di Titi Sewa Jalan Besar Tembung, Kecamatan Percut Sei Tuan.
Seorang pengemudi mobil Pajero berwarna Putih mengaku bernama Agus saat mengangkut BBM solar subsidi sebanyak 500 liter atau setengah ton untuk disetorkan ke lokasi tersebut.
"Mau disetor ke Gudang Charles Bojrot bang, dulu gudang nya Tomas sama Dugong," ujar Agus singkat beberapa waktu yang lalu.
Mobil Mewah Dimodifikasi Gunakan Baby Tank
Dalam pengamatan Metroindo, terlihat mobil jenis Pajero dan Innova yang dikendarai para pelangsir telah dimodifikasi khusus dengan menambahkan tangki tambahan atau baby tank di bagian dalam kabin.
Kapasitas tangki rahasia ini disebut mampu menampung solar subsidi hingga setengah ton.
Lokasi Gudang Charles dan Bojrot sendiri diketahui berada di Jalan Beringin Raya Pasar X, Dusun VII Desa Manunggal, Kecamatan Labuhan Deli, Kabupaten Deli Serdang.
Secara administratif, wilayah ini berada di bawah pengawasan hukum Polres Pelabuhan Belawan, tepatnya di samping Masjid Al Muhajirin.
Harga Setoran Rp10.000 per Liter
Agus mengaku menjual atau menyetorkan solar subsidi tersebut dengan harga Rp10.000 per liter. Dari harga tersebut, ia mengaku mendapatkan keuntungan bersih sekitar Rp600 untuk setiap liternya.
"Rp10.000 kita setor ke gudang, Bang. Aku dapat 600 per liternya," akunya kepada wartawan.
Diketahui solar subsidi yang ditampung di gudang Charles Bojrot akan dijual dengan harga solar Industri.
Dugaan Pembiaran dan Keterlibatan Oknum
Yang menjadi sorotan publik, keberadaan Charles Cs ini dikabarkan sudah beroperasi dalam waktu 2 (Dua) pekan yang sebelumnya diketahui dikelola oleh Thomas dan Dugong belum ada mendapatkan tindakan dari aparat penegak hukum (APH).
Hal ini memunculkan dugaan kuat adanya pembiaran bahkan keterlibatan oknum aparat penegak hukum.
Masyarakat menilai, kerugian negara akibat kebocoran solar subsidi ini seolah menjadi hal yang biasa.
Gudang di Samping Masjid Ganggu Jemaah saat Beribadah
Warga sekitar dan beberapa Jemaah Masjid sudah banyak yang resah dan mengeluhkan aktifitas Gudang BBM tersebut, apalagi disaat para Jemaah yang sedang menjalankan Ibadah Sholat akan terganggu dengan suara bising dari Knalpot mobil yang keluar masuk gudang tersebut.
"Kami sebagai warga sangat resah akibat adanya gudang BBM disini, apalagi gudang nya berdekatan sama masjid, setiap mobil masuk kegudang suara knalpot nya bising dan balap-balap sangat mengganggu jemaah saat beribadah," ujar salah satu jemaah masjid Al-Muhajirin itu.
Beredar isu adanya aliran dana atau setoran tertentu yang membuat lokasi ini aman dari razia, sehingga operasi mafia BBM terus berjalan leluasa di wilayah hukum Polres Pelabuhan Belawan.
Terpisah, Kasat Reskrim Polres Pelabuhan Belawan AKP Agus Purnomo ketika dikonfirmasi terkait adanya dugaan penimbunan BBM Subsidi di Pasar 10 Desa Manunggal tersebut, berjanji akan menindaklanjutinya.
"Terima kasih infonya bro, akan segera kami tindaklanjuti," janjinya. (MI/Hen)
