|





Arif Suganda Diduga Miliki Jaringan Narkoba di Dusun Sidodadi A, Dikendalikan Jayak

Editor: Admin
Lokasi peredaran narkoba di Kebun Sawit milik warga Sidodadi A

METROINDO.ID | LABUHANBATU - Gelombang kemarahan publik dan masyarakat kian memuncak terhadap kinerja Satuan Aparat Penegak Hukum (APH) setempat khususnya Satuan Narkoba Polres Labuhanbatu. 

Pasalnya, hingga kini APH dinilai gagal melumpuhkan sepak terjang seorang yang diduga kuat sebagai gembong narkoba jenis sabu berinisial Arif Suganda.

Nama Arif Suganda alias Ganda mencuat sebagai aktor utama yang mengendalikan bisnis haram sabu dibeberapa titik strategis di Kecamatan Bilah Hilir Kabupaten Labuhanbatu, Sumatera Utara, dan hingga kini seolah tak tersentuh hukum. 

Ganda disebut-sebut tak hanya menjalankan bisnis gelap dari wilayah domisilinya di simpang Cisadane, Kecamatan Bilah Hilir, namun memiliki jaringan kuat yang menyebar jaringan hingga ke pelosok desa . 

Seperti keresahan masyarakat terjadi di Dusun Sidodadi A, Desa Kampung Padang, Kecamatan Pangkatan, Kabupaten Labuhanbatu, mencapai puncaknya. 

Warga secara terbuka mendesak Polsek Bilah Hilir segera menangkap Jayak, warga Dusun Sidodadi A, yang merupakan kaki tangan seorang bandar narkoba Arif Suganda alias Ganda yang telah beroperasi lama di wilayah tersebut.

Pasalnya, warga melihat peredaran narkoba Di Dusun Sidodadi A sudah berada pada tahap darurat dan sangat meresahkan. 

Praktik haram ini tidak hanya merusak generasi muda, tetapi juga disebut-sebut menjadi pemicu meningkatnya kriminalitas, khususnya kasus pencurian dan gangguan keamanan lingkungan.

Menurut warga, nama Jayak ini bukan barang baru, melainkan sudah lama menjadi pembicaraan lisan di lingkungan sekitar, kalau dirinya mesin perputaran narkoba milik Ganda.

Peredaran gelap yang dilakukan berlokasi di dalam area perkebunan sawit milik warga, dan selalu berpindah tempat, agar tidak tercium Aparat Penegak Hukum.

"Lokasi transaksi narkoba milik Jayak di dalam area sawit warga bang dan selalu rame di kunjungi, di perkirakan omzet penjualannya jutaan rupiah per hari, yang terkadang selalu berpindah tempat," sebut warga sekitar. Selasa (3/2/2026).

Hal senada disampaikan seorang Ibu perwiritan mengungkapkan, dirinya dan keluarga sudah lama resah akan aktivitas peredaran narkoba yang di timbulkan Jayak selama ini.

"Kami udah resah akibat ulah Jayak selama ini, karena semakin marak baik itu kriminalitas dan kehancuran generasi muda khususnya anak-anak dan remaja di Dusun Sidodadi A," bilangnya.

Terkait hal itu, warga meminta   penindakan tegas dari APH Polres Labuhanbatu dalam hal ini Kapolres dan Kasat Narkoba yang baru, khususnya Polsek Bilah Hilir, agar segera dapat mengungkap dan menangkap bandar narkoba Ganda berikut jaringannya. 

"Jangan ada pembiaran harus bertindak, makin banyak masyarakat jadi korban,"harap warga.

Sementara, Kapolsek Bilah Hilir AKP Armen Faisal belum memberikan tanggapan. (MI/Hen)

Share:
Komentar

Berita Terkini

 
/> -->