![]() |
| Lokasi kejadian |
METROINDO.ID | SERGAI – Kecelakaan maut kembali terjadi di jalur perlintasan kereta api Medan–Tebingtinggi, tepatnya di wilayah Kecamatan Perbaungan, Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai), Sumatera Utara.
Ironisnya, kecelakaan tersebut kembali terjadi di perlintasan sebidang tanpa palang pintu. Dua orang yang berboncengan menggunakan sepeda motor Honda Revo tewas setelah ditabrak Kereta Api (KA) Putra Deli, Senin (10/8/2026) sekitar pukul 15.00 WIB.
Kedua korban diketahui bernama Romaito Rambe (30) dan Torkis Rambe (28). Keduanya merupakan warga Suka Mulia, Desa Terang Bulan, Kecamatan Aek Natas, Kabupaten Labuhanbatu.
Informasi dihimpun di lokasi, kedua korban mengendarai sepeda motor Honda Revo bernomor polisi BK 4869 VHS. Keduanya melintas di perlintasan sebidang tanpa palang yang berada persis di seberang Simpang Tiga Dusun I, Desa Pematang Sijonam/Simpang Fortuna, Kecamatan Perbaungan.
Saat sepeda motor hendak menyeberangi rel, dari arah Medan menuju Tebingtinggi melaju KA Putra Deli U98 dengan lokomotif CC 2018904.
Menurut keterangan Kanit Gakkum Satlantas Polres Sergai, Ipda SH Nauli Siregar, sepeda motor yang dikendarai Romaito Rambe dengan membonceng Torkis Rambe baru keluar dari pekarangan sebuah perumahan yang berada di lahan milik PT KAI.
"Keduanya hendak menyeberangi rel menuju Jalan Lintas Sumatera. Saat itu, pengendara Honda Revo diduga tidak melihat atau menyadari adanya KA Putra Deli yang datang dari arah Medan menuju Tebingtinggi," ujar Nauli.
Bagian depan lokomotif kemudian menyentuh sisi kiri sepeda motor. Akibat benturan tersebut, sepeda motor terpental dan kedua korban mengalami kecelakaan fatal.
Personel Satlantas Polres Sergai yang dipimpin Kasat Lantas AKP Gokma W Silitonga bersama Kanit Gakkum Ipda SH Nauli Siregar langsung melakukan evakuasi terhadap kedua korban.
Kedua jenazah selanjutnya dibawa ke Rumah Sakit Melati Perbaungan untuk proses lebih lanjut.
Kasat Lantas AKP Gokma W Silitonga mengatakan, dari pemeriksaan awal di lokasi, petugas menemukan STNK kendaraan yang masih sah. Kedua korban juga diketahui mengenakan helm berstandar SNI.
Sementara itu, sejumlah warga di sekitar lokasi menyebutkan, kedua korban sebelumnya baru keluar dari sebuah kawasan permukiman di lahan PT KAI. Saat kejadian, di sekitar lokasi juga sedang berlangsung pesta hajatan sehingga cukup banyak warga dan tamu yang berada di kawasan tersebut.
"Saya tidak tahu apakah mereka hendak menghadiri pesta atau baru pulang dari sana. Yang jelas, banyak orang yang datang ke acara tersebut," ungkap seorang warga.
Mendengar suara benturan, warga dan sejumlah tamu hajatan langsung berhamburan menuju lokasi kejadian.
Personel Polsek Perbaungan bersama petugas Polisi Khusus Kereta Api (Polsuska) kemudian melakukan pengamanan di sekitar lokasi guna mengantisipasi gangguan dan memastikan proses evakuasi berjalan aman.
Peristiwa ini kembali menjadi perhatian serius karena terjadi di perlintasan sebidang tanpa palang pintu. Sebelumnya, kecelakaan antara kereta api dan sebuah dump truk juga terjadi di wilayah Perbaungan dan menewaskan sopir truk.
Dengan kejadian terbaru ini, rentetan kecelakaan di jalur kereta api wilayah Perbaungan kembali menimbulkan korban jiwa dan menjadi sorotan masyarakat terkait keselamatan di perlintasan sebidang.(MI/Biet)
