|





Rintihan Seorang Ibu Korban Peluru Nyasar Tawuran di Belawan, "Setiap Nangis dari Matanya Keluar Darah"

Editor: Admin


METROINDO.ID | MEDAN - Romanda Sapriati Siregar (35), warga Jalan Yos Sudarso, Belawan hanya bisa menangis ketika ditemui di salah satu ruangan RSU Pirngadi Medan, Selasa (6/1/2025).

Wanita itu sedang menunggui anaknya yang masih berusia 5 tahun, sedang dalam perawatan karena pelipis mata kanannya tertembus peluru nyasar senapan angin.

Romanda menyebut, saat ini kondisi anaknya sangat memprihatikan. 

"Mau sampai kapan dia kayak gini. Setiap dia nangis, dari mata itu keluar darah," ujar Romanda kepada wartawan dengan berlinang air mata.

Kata Romanda, anaknya belum mendapatkan penanganan maksimal, sehingga membutuhkan bantuan dari pemerintah.

"Tolonglah dibantu supaya anak saya ini bisa dikeluarkan pelurunya," harapnya.

Penuturan Romanda, nahas itu terjadi ketika bersama korban menaiki becak. Di Tempat Kejadian Perkara (TKP) sedang terjadi tawuran Kampung Kolam dengan Kampung Kurnia pada Senin (5/1/2026), petang.

Saat becak yang mereka tumpangi berhenti, tiba-tiba korban berteriak, seiring dengan darah mengucur dari pelipis kanannya.

"(Kejadiannya) dekat kantor pos, depan Indomaret, Belawan. Kita mau lewat naik becak, terus ada tawuran antar kelompok," sebutnya.

Menurut dia, korban sempat hendak dilarikan ke rumah sakit dekat TKP, namun tutup karena tawuran. Korban kemudian dibawa ke klinik, hingga akhirnya dirujuk ke RSUD Pirngadi Medan.

Sementara, Kasat Reskrim Polres Pelabuhan Belawan, AKP Agus Purnomo mengakui adanya anak balita terkena peluru nyasar dari tawuran antarkelompok.

"Ada seorang anak yang menjadi korban salah sasaran," ujar AKP Agus Purnomo, Selasa (6/1/2026). (MI/Hend)

Share:
Komentar

Berita Terkini

 
/> -->